Tampilkan postingan dengan label activity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label activity. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Juni2012, -reminder biar semangat :D-


3 spot yang maha dahsyat di negeri matahari terbit. Mungkin terasa biasa saja bagi sebagian orang..tapi bagi saya, 6 hari yang menakjubkan itu merupakan kado syukur yang terlalu berlebihan.

Sms pak jamasri (vice dean dan juga pembimbing kami di Robogames 2012) terkirim sesaat dimana saya dan teman KKN sedang dinner di SS dekat UNY. Shock dan sejenak tidak bergerak. Lantas keesokan saya mengisi hari demi hari untuk mengurus semua keperluan berkas-berkas dan persiapan materi presentasi. Presentasi? Ya, nama acaranya adalah OSTW 2012 (Outstanding Student for The World). Mari kita kupas sedikit.

Sejatinya OSTW merupakan program baru dari KEMENLU RI. Baru terlaksana sejak 2011 dengan lokasi tujuan tahun lalu di 5 kota besar, US (NY-DC-Boston-Pittsburgh-SF). Waktu itu direkrut 21 anak, siswa dan mahasiswa pokoknya yang masih terhitung student dimana masing-masing memiliki spesialisasi dengan achievement yang sudah diraih. Aneka ragam kawan, dari anak olimpiade, jago debat bahasa inggris, young inventor, anak robotic, dan beberapa undangan khusus seperti di tahun 2012 ada perwakilan tim ESEMKA CAR dan Ponpes Gontor dari 14 anak. Kita diberi pembekalan di Jakarta sekitar 4 hari lalu kita berangkat ke lokasi tujuan untuk menyerap segala hal positif dan tampil sebagai presentator siswa Indonesia dengan achievementnya masing-masing dihadapan orang-orang besar dan penting di sana. Dengan harapan muncul respect dari Negara tujuan dan mampu juga menilai Indonesia dari kacamata positif mereka. Korupsi, criminal, kekerasan sejenak terhapus dari awan Indonesia.
Sekilas tentang program itu saya rasa cukup, karena disini saya tidak hendak serius. Saya sedikit ingin berbagi kisah dan keindahan tentang apa yang dirasakan nobita dan sizukanya, atau kenji dan yumekonya. Mari sejenak lupakan Giant dan Kimimaki :D

1#
Soetta menyambut dengan dingin. Dan ini masih di Indonesia. Sesaat kami dilepas oleh mas Riski (officer KEMENLU) , dan kita masuk ke bandara dan saya jajan minum dulu, 6000 rupiah. Lalu dilanjutkan melewati imigrasi dan nunggu di gate 3. Sesaat sekian menit kemudian kita berangkat, terbang, fly ke Tokyo. Menembus awan, mencerna langit.

2#
Welcome to Japan :D . KBRI Tokyo dengan mbak jane (officer KBRI) dan bapaknya perwakilan karena pak konsul jendral  yang kebetulan sedang bertugas di suatu tempat sehingga nggak bisa kasih sambutan buat kita-kita anak Indonesia. Tapi tak apalah, toh makan siang nya juga tetep bento. Semacam nasi kotak yang wow. Nasinya enak, pulen gendut dan ada wijennya. Serta sayuran special, semacam umbi atau apa sedikit kurang jelas. Dan aneh rasanya. Orang jawa bilang “iki opo iki”.
Dan capek, dan ngantuk dan pengen istirahat soalnya sebagaimana narasi di atas, baru aja nemplok di narita langsung aja harus duduk diem dan mendengarkan speech orang tu agak gimana rasanya. Tapi ya semua harus ditahan, di depan sudah ada Jo Nakano yang namanya sudah saya googling duluan di soetta kemaren, dan emang masih muda. Rambutnya panjang dan putih dan nggak kelihatan kayak orang berat. Tapi beliau adalah vice minister of foreign affairs Japan dan bagus speechnya. Elegan.
Abis itu ada Fukuda Sensei yang katanya bisa bahasa Indonesia, tapi ternyata nggak juga. Dan puncak-puncaknya ngantuk adalah di saat ini. Gak pas banget waktunya, padahal pas pak fukuda yang notabene orang superrr penting, secara mantan perdana menteri Jepang kala itu, sekali lagi : mantan Perdana Menteri. Namun apa boleh buat, jadi ya semacam agak kurang interactive, ngantuk dan kurang antusias, ditambah bapaknya juga udah tua so omongannya juga tua. Ngobrolin teknologi jepang jaman dulu trus dibandingin dengan sekarang. Sebenarnya menarik, seharusnya, jujur nih, tapi ya itu tadi.
Ya sudahlah, go to ryokan Sansuiso di gotanda. Rumah adat Jepang dengan tataminya. Feel jepang nya dapet banget.
Dan pastinya sebelum mapan bobok, kita tuntaskan dulu materi presentasi esok. dan report harian yang harus juga di email ke mbak Dilla (officer KEMENLU yang ngikut ke Tokyo).

#3
Miraikaaaaaaaaan :D , gedung tinggi dengan dinding kaca sudah menatap kita bulat-bulat, seakan-akan sudah pede untuk mempertontonkan segalanya yang ia punya. Pokoknya miraikan adalah surga bagi para engineer dan ilmuwan di dunia. Sedikit lebay mungkin. Tapi ya silakan coba, buanyak teknologi2 baru yang disuguhkan dan dipaparkan kepada pengunjung.
Next, Tokyo Institute of Technology (TIT). Kalau di Indonesia bisa lah disamakan dengan ITB, kampus teknologi terbaik di negerinya. Dan TIT adalah yang terbaik di Jepang, bukan sembarang negara. Gudangnya professor dengan keahliannya masing-masing di bidang teknologi, apapun itu spesialisasinya. Dan hari ini kita disambut oleh tim riset tentang teknlogi nuklir sebagai power plant di Jepang dan berbagai macam perkembangannya, terkait kegagalan system di Fukushima beberapa waktu lalu yang menyebabkan bencana.  Presentasi oleh mereka dan tour yang dipandu oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Kemudian giliran kita yang presentasi, kelompok teknologi (salah satunya adalah saya) dan environment mengemukakan hasil riset dan achievement masing-masing.
ITTO menjadi tujuan kami selanjutnya, yaitu sebuah organisasi yang menganut asas kebaikan bersama dalam hal forestry. Pokoknya hutan harus dibina dan dijaga kelestariannya. Pak Collins sebagai presenter membawakan berslide-slide materi presentasi yang menarik bagi yang tertarik. Disini kesannya adalah mendapatkan buku diktat dari ITTO tentang hutan,dll dan lumayan berat. Dan setelah selesai dari ITTO rencananya kita keluar dan tapi malah kita mendapatkan sebuah view yang top. Ada pier 21 dengan disampingnya kincir angin model2 belanda dan dikelilingi oleh lautan dan anginnya yang sembribit sepoi2 adem.
Kegalauan hari ini adalah makan makanan yang mahal level dewa. Dan saya pribadi atas nama Ridwan Widoyoko, memohon maaf sebesar2nya atas makanan yang telah saya makan dan ternyata makanan itu adalah atas nama pesanan pak “For Sure” (Pimpinan OSTW).

#4
Dan di hari ini kita mendatangi J-Power, sebuah thermal power plant dengan bahan bakar batu bara Australia dan Indonesia. Dan kesempatan in pun tidak kami sia-siakan. Banyak sekali ilmu yang didapat, dan sayapun sempat sedikit menanyakan tentang job vacancy di sana. Barang kali cocok ya bisa sedikit banyak membantu. Yang jelas dari J-Power yaitu green technlogynya yang berupa pengurangan emisi NO dan SO di udara sehingga menjadi aman bagi lingkungan.
Berlanjut ke kunjungan selanjutnya, yaitu di sekolah menengah. Tokyo Tech High School, kalau diterjemahin seperti SMK nya Jepang. Tapi kualitasnya semacam anak kuliahan di fakultas teknik. Laboratoriumnya bagus-bagus dan lumayan membuat mupeng. Project-project yang dibebankan ke anak2 sangat high tech banget dan cukup menantang.
Lalu ke semacam show room di Toyota mega web. Banyak sekali bermacam2 mobil Toyota yang dipamerkan dan buagus sekali. Teknologinya keren dan wow.
Di jepang juga ada Surabaya. Terbukti dengan restorannya, saya pesen nasi goreng spicy Surabaya dan makan biji delima yang merupakan tapioka yang dibentuk bulat2.
Dan ke wisma dubes yaitu kediaman pak M.Luthfi yang putih cakap dan terlihat berwibawa trus istrinya juga wow sekali. Bule Rumania katanya tapi bahasa indonesianya sudah lancar dan fasih.

#5
Tokyo Disneyland. Seperti mimpi bisa nyampe sini. Lupa semuanya. Meski di sore harinya diwarnai insiden jedag-jedug tas saya yang berisi 2 pocket camera dan dompet dan dll tertinggal di toilet dan hilang sejenak. Kenapa sejenak? Karena sebenarnya tas saya diamankan oleh cleaning service dan disimpankan di lost n found place. Di saat itu juga saya semakin gregetan sama jepang. Seharusnya Indonesia juga bisa seperti ini. Behhhh..malamnya, ada electric parade yang wow sekali. Juataan lampu led ditempelin di benda2 tokoh Disney yang dibuat menjadi raksasa dan berjalan mengitari halaman Disneyland.
Makan sushi : pertama kali makan sushi. Rada kepaksa nelen sih, tapi lumayan enak lah. Ada beberapa jenis yang kesusahan buat nelen dan harus dipaksa dan atau dinetralkan dengan oca (teh jepang).

#6
Pagi2 ke Museum edo yang adalah dimana sebuah museum yang isinya benda2 jadul jaman edo dan prototype2 yang  menggambarkan jepang jaman edo/ jaman dahulu kala. Anak2 sejarah pasti demen, saya yakin.
Asakusa dan 100 yen Shop merupakan tempat jajan dan beli oleh2. Bedanya di asakusa tu bagus2 barangnya dan mahal2 pula, semacam malioboro kalau di Jogja. Tapi kalau 100 yen shop yang berasal dari 1 dollar shop ternyata lumayan tidak begitu mengecewakan lah ya. So jajan2 lah lumayan buat oleh2 orang Indonesia di sana yang sudah tak janjiin. Pada minta gundam, doraemon, pintu kemana saja, boneka pawang hujan,dll.
Makan malam lantai 39 yang super tinggi lokasinya. Kelap-kelip di bawah suasana kota Tokyo. Sushi kembali datang. Malam ini semakin menyimpulkan saya bahwa makanan Indonesia, terutama Jogja adalah yang terbaik di lidah saya.

#7
Pulang :)

Saya sadar, biaya yang saya habiskan adalah sekian jutttta. Ada perasaan sedih juga lo kalo dirasain dalem2. Itu pasti dan penting ada rasa sedih, tapi yang lebih penting, saatnya saya ngasih sesuatu buat Negara. Mari berbuat untuk Indonesia tercinta. Mari berguna, mari bermanfaat.

Kamis, 31 Mei 2012

Pacific ocean is done!



Semenjak hidup dalam dunia robotic, ya..3 tahunan yang lalu lah. Hal ini bukan termasuk capaian yang ada di dalam perkiraan manusia se level saya.

San Mateo, sekian centi dari San Francisco di dalam peta, sebuah kota kecil di negara bagian California, US. Kami bertiga (Ridwan Widoyoko-TM08, Noer Aziz Ismail-TE09, Luis Rizki Ramelan-TE09) didampingi Prof. Jamasri bertindak melancong mengadu nasib,memperjuangkan 7 benda unik hasil karya tim Robot UGM, Fire fighting (Ironfire-nya KRCI Beroda 2010 UGM-si Farid,Uyak-dkk)-Balancing Race (Isrobot-nya tugas akhir si Isro’ TE 07) -Walker Challange (i-Kinematic-nya tim riset KRCI berkaki UGM-Condro, Agis-dkk) –Natcar (Robotnya Bayu anak EEIC 2011 yang di-re-program sama Brahmen, ST) -Line Follower (Robotnya anak mekatronika PAKSIMA-Yono,Sugenk-dkk yang diprogram juga sama suhu Brahmen, ST) –Kungfu (Si Pitung-Robonova punya nya Lab DesPro JTMI yg di kepala i Pak Arif Wibisono) -Humanoid Freestyle_Original (Si Jeje-nya anak KRSI UGM 2011-Jo,Aripin,Gilang-dkk)

Oya sob, kita nggak sendiri luntang-luntung disana, kita dibarengi kawan dari UNIKOM Bandung (Pak Yus, Mas Opik dan Didit) yang notabene sudah kawakan di negeri Alcatraz ini. Secara terhitung sejak 2009 mereka selalu membawa pulang gold medal ke tanah air, wow deh buat UNIKOM, tak ada salahnya kita nyusul. ROBOGAMES 2012, 20-22 April 2012..sejarah baru akan terukir di dalam album GadjahMada.

Tanggal 17 malem kita berangkat,,dengan koper pinjeman tetangga, dollar seadanya,  dan indomie secukupnya kita capcus, ”Panggilan terakhir untuk Garuda Indonesia penerbangan Jakarta!” ,, “Sial.” Apa kata dunia, bor engkol yang masih kebawa ransel, alhasil diteriakin sama security kayak copet kepergok di bandara, “Sumpah pak, kita udah terlambat ini pak, kita ini tim robot pak, mau ke amerika pak, suer pak!” ,kata Luis beringas  -_- “go luis go,yeay”.

First flight :D , panas dingin muka si Luis, Ajis tak kalah mrengutnya, Pak Jamasri masih sibuk gedek-gedek dengan polah 3 anak di sampingnya,,seandainya tadi beneran ketinggalan pesawat, bye-bye Amerika, karena ini penerbangan terakhir hari ini dan tiket pesawat ke Amerika tertulis “flight : 01.00” yang berarti no excuse,,ckckck,,tapi saya? So whaaaattt!!! Ini pertama kalinya gue naik pesawat cuy! Sentuh sana-sini, pencet sana-sini, muka tempelin di jendela, mainin meja lipat, dan thanks pak Jamasri..ane dikasih seat dengan view paling OK buat mantengin sayap pesawat,, owalah..ini nih aplikasinya pelajaran aerodinamika Pak Sutrisno, langsung keinget yang namanya vortex, airfoil, dan bolo2nya. Oh, fail banget nih kalo besok gak dapet A. Zzzzzzz..

Soetta atau Cengkareng, CKG tulisannya di boarding pass, menyambut tengah malam dengan dingin, luas dan mewah. This International Airport is wow, udah itu aja yang ada di otak orang udik kayak saya. Kelap-kelip dan kinclong, dan bagusnya musholanya wangi :). Lanjut 01.00 dini hari buta kita ke Hongkong, istilahnya namanya transit atau transfer. 4 jam cukup buat Boeing 747 Cathay Pacific nganter kita ke rumahnya. Lantai 2 cuma di kepala pesawat khusus buat para Bussiness class, orang2 berduit sisa. Padahal cuman dapet seat selonjor doank sih, tapi ya emang nek pesawatnya jatuh ngesot gitu ya mereka aman, soalnya ada di atas. Matilah kami para Economic class.

International Hongkong Airport. Ternyata soetta ada saingannya -,- panjangnyaa lorongnyaa trus desain atapnya,yang pasti enak dilihat dan fotogenik. dan tapi karena tak ada visa buat hongkong, yasudahlah kita cuma nongkrong berjam-jam di sini, di bandara, mondar-mandir, ngenet gratis, mau jajan semacam souvenir kok mahal2..yasudahlah makan siang saja. Ditemeni klan mongoloid yang banyak banget disini, tapi nggak ada jackie chan, F4 juga nggak keliatan apalagi Song Hye Kyo. Tapi gapapa, obrolan siang hari bareng pak Jamasri tentang berbagai macam seluk beluk per-Dosen-an sudah lebih dari cukup. Tapi itu rahasia, ya pak ya :)

“Kui po yo golden gate?” , Ajis yang sok tau mulai menarik perhatian. Seakan-akan sarapan yang super eneg banget barusan udah lupa gitu aja, Makan malem tadi yang tampilannya menipu, dikira eskrim tapi kok pedes juga udah lupa entah kemana. Kloset yang ngagetin, sedotannya mak zuppppp, trus tombol call pramugari kepencet bikin lampu seat saya nyala yang nggak kalah bikin panik, tapi semuanya itu ilang..badan jadi seger lagi liat bibir benua Amerika, pesawat landing yang dengan super smoothnya seakan ngalahin Emirates menambah mak jressss....Waaaan, liat tuh depan, “San Francisco”, kalo kata temen gue..lemes dot com. 12jam di atas pasifik bikin anyes, dan yes ini masih tanggal 18.

Kalo di Indonesia masuk bandara adem, sekarang keluar bandara malah yang adem,,jaketku nggak mempan. Oh yes, van yang sebenarnya lebih cocok disebut bis ini, punyanya mas Imam sohib UNIKOM di San Francisco udah menjemput, Pesan tersirat : baiknya mas2 UNIKOM ya :). Tujuan adalah ke Stone Villa Inn di El Camino Real, beberapa mil dari airport, yang jebulnya adalah punya kulu-kulu (sebutan kami untuk orang india owner hotel, soalnya nek dia ngomong bahasa india sama keluarganya pasti ada keselip kata2 itu). Sampailah kita pada ruang kebahagiaan, springbed dan ac dan selimut. Bismika Allahuma Ahya Wa Bismika Amuuut. Met jetlag.

Jdarrrrrr!!!! Dung!!! Duarrr!!! Wurggggzzzz!!!! Kalo nggak suara kapak ya rotating metal weapon atau robot jungkir balik nabrak dinding bahkan api nyembur. Parah bener lomba robot di samping, Combat namanya, jadi critanya kita bikin robot trus maen hancur2an sama lawannya,yang udah ga bisa gerak berarti dia kalah,wedyan,bahkan kelas paling berat nyampe 200pounds. Dan juga setelah tak liat robotnya, besi doank, semua dilas, bautnya kayak baut trek kalo kata fidek. Spare part sama jumlah anggota tim sama banyaknya, pokoknya KRI nya ROBOGAMES dah, spotnya di tengah gedung trus dikelilingi tribun buat penonton, San Mateo Event Center hampir selalu dihujani decak kagum dan suara woooooow waaaaaaaaw,dll. Dan pastinya ga ada ejek2an suporter, ga seru sih tapi tertib, semua senang dan ekspresif, keren. Ayo UGM ayo Indonesia suatu waku robot kita harus ada di dalam ring besi itu. We can.

Mari kembali ke acara kita, diawali dengan Jeje, Hmm..minder, ya emang, ternyata lawannya arek2 jepang sama korea yang maniac humanoid, robotnya udah bisa jingkrak2 nggak karuan, nothing to lose lah ya..toh si Jeje juga sempet menarik orang korea yang nawarin Jeje buat ikutan Humanoid kontes di negaranya, Kalo kata Ajis yang nggak tau kebenaran ceritanya..Jeje tinggal lomba aja, semua dananya dia tanggung. Busett, ya semoga aja ada follow up nya, kabar bagus tuh buat Tim Humanoid Robot UGM cc: Hadha,dkk. Oke, no medal for Jeje. Tapi gapapa, udah banyak bule yang kagum trus minta foto lu Je, Congratz :)

Robonova yang lemotnya minta ampun mau tak mau harus siap tanding. Dan Alhamdulillah, beautiful drawing, pertandingan pertama lawan kita adalah pemilik sesama robonova. Si bapak bule tua brewokan yang juga pake leptop buat ngontrolnya juga kelihat kesusahan. Judge says strongly, “Come on, You must get closer!! Fight!” dan bapak bulenya robonova sambil gedek2 bilang dengan nada berat suara hulk,”Yeah, i’m trying”, saya cuma senyum ngikik, emang susah nih robonova. Yang ada kedua robonova ini malah pada sering jatoh sendiri, bukannya saling menjatuhkan, payah. Cuman sekali seingetku, robonova kami memukul jatuh robonova bapaknya, yeah. Si Pitung lolos ke 16 besar. Trus yang paling menakjubkan adalah si bapaknya malah meminjamkan baterai robonovanya ke kita dengan cuma2, buat jaga2 mungkin,semacam solidaritas sesama robonova, wow,,dia kalah dan he helps us. Unbelieveable. Ok, next.. jawara 3 tahun lalu Humanoid Kungfu Light Weight menanti, drivernya sampe sekarang belum diketahui jenis kelaminnya, muka-rambut-style cewek tapi body cowok. Yang penting robotnya lincah cuy, kecil kayak bioloid yang udah dimodif. Secara satu babak full dia gak pernah jatoh, Si pitung malahan yang bolak-balik jatoh. Kita yang variasi gerakannya masih minim dan lemot melawan mereka yang lincah cak-cek dan stabil, tangannya panjang dikit2 ndorong, keren pokoknya. Yup, no medal.

Balancer Race gak kalah seru. Kita punya isrobot, robot maha daya TA. Empunya si Isro Hutama TE07 entah wangsit darimana kok bisa bikin robot ini, “kan udah ada segway? Ngapain kalian bikin robot ini?” komen deddy corbuzier ketus. Gapapa sro, yang penting robotmu dapet Gold! Ada 4 atau 5 kontestan nek ga salah inget, sepengamatanku..sebenernya ada robot yang lebih oke, cuman dia enjoy this game banget, seakan2 dia nggak ngejar menang. Kalo aja dia kayak kita, nggak ngambil obstacle yang disediakan jadi cuman flat way aja, bisa jadi mereka yang dapet gold, tapi dia malahan dengan tawa renyah berkata, “I take all!!” , jadi ada karpet sama polisi tidur di jalurnya. Susahnya minta ampun tuh. Dan bahkan kegagalan di race I gak mematahkan semangatnya buat nyoba lagi all obstacle di race II, gilak. Kenapa gak flat way aja kalo udah tau dia gagal? Karena dia enjoy this game, this is just a game, ini bukan kompetisi, this is ROBOGAMES!! Bukan ROBOCOMPETITION!! Cool banget dah, salut buat Robotic Society of America, Owner dari Robogames. Indonesia gimana? Bapak2 DI**I ada komen?

Lanjut ke Ironfire, adeknya Koplak, mereka 1st dan 2nd winner Trinity Fire Fighting tahun lalu. Tapi sebenarnya robot ini ga seutuhnya Ironfire, soalnya semua sensor yang dipake tu punyanya Koplak, extinguishernya pun punya Koplak, jadi cuman bodi doang yang Ironfire. Great job sih, dapet Gold juga. Meskipun nggak begitu mulus telusurnya, nabrak sana-sini, ngepot dimana2. Tambahan sedikit renov di velg roda buat adaptasi obstacle staircase yang lumayan nyebai, semacam punden berundak yang dipasang selayaknya polisi tidur di jalur telusur sesaat setelah start. Dengan re-program yang dilakukan si Ajis berulang kali, bolak-balik pitstop-arena terbayar dengan podium serta hadiah sebuah robot vacum cleaner berteknologi laser mapping, jadi robotnya tu bisa balik ke home nya (lokasi dimana chargernya diletakkan) kalau baterainya abis saat dia sedang muter2 ruangan buat cleaning. Nah lo, gimana tuh, aku we gumun.

Line Follower dan Natcar yang mengusung programer kawakan Brahmenemon TM07, 2 2nya belum beruntung. Natcar dikuasai sama master Taiwan, yang jebulnya adalah jawara Natcar Competition di Jepang. Kenceng parah robotnya, bentuknya kayak micromouse, smd semua, motornya cuilik, PIC, 4wd, IR, batrenya lipo juga cuilik ditempelin pake semacam gum nutupi micronya. Kok saya bisa tau? Karena kebetulan mereka sehotel sama kita dan mereka Open Source banget, pas saya tanya2in, saya bilang pengen ngembangin robotnya di Indonesia, mereka respon dengan baik, langsung dipreteli robotnya ditunjukkin komponennya satu persatu. Ya..kalian orang taiwan, bukan Indonesia. Meskipun kalian susahhh banget ngomong Inggris, penuh isyarat sana-sini yang bahkan lebih parah dari kita, dan juga kalian yang sama sekali gak kenal Drama Taiwan yang booming di Indonesia, F4 sama sancai nya di Meteor Garden. Kita tetep salut.

Sedangkan Line Follower yang sangat2 kurang persiapan banget, jadwal yang padet dan personil yang kurang. Terhitung saya cuman dapet trial 2 kali, sekali lepas sekali finish, langsung main. Belum sempet program ulang, sebenernya mau tak pelanin dikit biar aman, seenggaknya bisa lah dapet medal. Kenyataan berkata lain, badan saya ditepuk menghibur sama temen dari turki. Mungkin katanya, “Kalian cuma baru nggak beruntung, saya tahu tadi saat trial robot kamu finish kenceng sekali.” Sori brahmeeeen  -_-

Robot terakhir yang bertanding adalah i-Kinematic. Walker Challenge, jadi 6-legged robot yang berjalan sejauh sekian meter dengan haling rintang semacam bla bla bla dan sampek finish. Kita dapet Silver, Alhamdulillah. Karena emang emasnya buat mas2 Unikom, hehe.

Dan 2 Gold 1 Silver, kita pulang, dengan bangga, membawa nama Indonesia kembali bernama di Robogames tahun ini. Nggak sia2, peringkat 6 dari 16 negara yg ikutan.

Bagimu Negri…Jiwa Raga…Ka…mi.

Rabu, 22 Juni 2011

Sekali lagi..mereka bukanlah dewa!!!



12 Juni 2011, siang hari yang menentukan di waktu itu, di tempat itu (lagi). P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil lolos ke babak semi final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 tingkat nasional yang diselenggarakan di Grha Sabha UGM, Yogyakarta. Kami memang kalah secara permainan, namun kemampuan robot kami tidak kalah, kami berani bersaing. Aku yakin, pegang kata2ku kawan. Mereka bukanlah dewa. Sekali lagi...mereka bukanlah dewa!!!
...
Semalam, beda dari hari2 biasanya. Beda dari hari2 yang sangat melelahkan di bengkel Paksima. Bertolak-belakang dari rutinitas kami di sayap utara-timur gedung itu. Alhamdulillah waktu itu diberi kesempatan untuk bermalam di UC (university club) UGM, bukan karena semacam holiday di jogja, tapi karena sebuah perhelatan. Memperebutkan tiket gratis ke Bangkok, menikmati indahnya Pattaya, digoda oleh bencong cantik di sana. Dan pastinya bakal bertemu dengan jawara2 robotika dari Asia Pasifik, Cina, Jepang, bahkan Vietnam si pemilik video “fastest Loy Krathong” di youtube akhir2 ini. Patut bagi saya untuk deg-degan bukan main. Konslet jantung saya.

Tepat 2 pekan lalu kita tengah berurai air mata dan sorak sorai bahagia, merasakan sebentar tuk jadi jawara di kampus tetangga. Hampir sapu bersih. Meski baru sebatas regional, namun itu kami rasa cukup membantu mental kami untuk menatap kontes nasional yang dihujani para master robotika dari masing2 region. Sabtu, tepat 1 hari sebelum kami menelan pil pahit kekalahan terhormat. Kontes Robot yang kami tunggu2 sejak 9 bulan yang lalu. Inilah final bagi kami sebelum final impian pada kontes yang sesungguhnya. Segalanya akan berakhir indah atau anti klimaks, sekaranglah penentuannya. “Awakdewe wis nganti koyo ngene, pengorbanane edan2an, nek nganti kalah, wahh loro tenan” ,sapaan lembut koordinator kami. Aku tersenyum semangat, meski menjadi berat saat bertemu realita keesokan harinya.
...
Undian maupun rematch adalah bagian dari perlombaan, satu pool dengan jawara bertahan bukanlah hal biasa bagi kami. Peluang kami tuk jadi juara seakan menjadi berat dan bertambah berat di malam itu, malam minggu, malam sendu bagi Garuda. Ditambah perempat final adalah pengalaman pahit bagi 2 rekan kami. Indra(operator otomatis 2) dan Khoif (mekanik) mantan punggawa KRSI tahun kemarin, disakiti olehnya, Si Perempat Final. Tak disangka, mereka bakal tersakiti lagi (dan lagi).
Satu hal yang menjadi pelajaran bagi kami, bukan dengan memperbanyak komposisi juri UGM, namun dengan mempelajari kekalahan dan memahami kemenangan. Mengapa kalah? Mengapa menang?
Teruntuk civitas akademika Universitas kebanggaanku. Saya sampaikan salam hangat kecup cinta dari 3 robot buatan kita. Bhinneka sang artis regional dan peninju telak robot manual PENS, cita2mu tercapai, Nak. Tunggal yang malu-malu, sampai tidak mau menunjukkan kehebatan scanning Loy Krathongnya di kandang sendiri. Ika...robot paling cerdas yang pernah UGM miliki...

Maaf kami belum bisa bermain indah..

Minggu, 16 Januari 2011

PAKSIMA (Pusat Kreasi Mahasiswa) = Bengkel 24jam


Kayak circle “K” aja yo..24 jam,hehe. Tapi ini serius kawan. Kita mulai dari definisi, mengenal lebih dekat mengenal lebih jauh. Sebenarnya, sudah jelas dengan membaca akronimnya, tak lain dan tak bukan bahwa disinilah tempat bagi para mahasiswa yang tergabung di dalamnya untuk bebas mencurahkan kreasinya, kreatifitasnya, imajinasinya..sisi engineernya. Ini adalah sebuah komunitas karena di dalamnya berkumpul sejumlah orang dengan visi tertentu, juga suatu organisasi : ada ketua, sekretaris, bendahara, dan kadiv di masing2 disiplin ilmunya. Dan yang jelas kami berada di bawah naungan KMTM (Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin), so kami adalah perkumpulan yang LEGAL. :)

Kreasi itu luas bro, lalu PAKSIMA itu kreasi yang mana? Jika ada pertanyaan seperti itu, susah juga menjawabnya..tapi karena sebagai manusia yang secara kodrati mempunyai ketidakterbatasan imajinasi, apalagi kami anak MESIN UGM tentunya,hehe. Secara realita, kami yang dilahirkan dari rahim Mekanika, tentulah kreasi kami pun gak jauh2 dari itu. Robotika, Mekanika terapan, Aerodinamika, Fluida dan energi,dst.

Kreasi kurang berasa manis di kala prestasi tak jua kunjung datang sebagai pengobat hati di ujung hasil peras otak dan keringat. Bagai sudah capek2 susah payah memasak sayur asem yang sungguh lezat, tapi tidak ditemukan sambal terasi di sampingnya,aha..lebay gak nyambung pula. Pada intinya : Kami suka ikut lomba. Ada yang belum tahu KRI,KRCI,KRSI? Ajang kebolehan robot2 buatan mahasiswa se-Indonesia yang beberapa jawaranya akan diboyong mewakili Indonesia di ajang Robotika melawan negara2 lain ; ABU ROBOCON yang di tahun ini diselenggarakan di Bangkok, Thailand dan Robocup, robot humanoid sepakbola. Nggak cuma itu, ada WRC (Water rocket Contest) di Brawijaya, Shell Eco Marathon (irit2an bahan bakar, desain prototype mobil mini,dll)di Sepang Malaysia, KOMURINDO (Kontes Muatan Roket Indonesia) di Pandansimo Bantul, dan di waktu dekat kami juga akan mengirim wakil di ajang semacam balap Formula di Jepang. Serta lomba2 kreatifitas mekanika di tempat2 lain seperti IMIC, IEVC, IIARC, bahkan lomba Line Follower ;seperti Galelobot, Technocorner, Roborace,dll yang notabene lombanya anak elektronika pun kita berani ikut2an, hehe jangan salah..

Alinea terakhir, kupersembahkan untuk anak2 Paksima 2008, teman-temanku, asal mulaku, yang sekarang tengah menjabat di Pengurus Harian periode 2010-2011.
Here we are :

Sebut saja Bos besar a.k.a Ketua Paksima, Frandy alias Bendu, manajer robot UGM, motor penggerak SEMUA kegiatan PAKSIMA tak terkecuali. Semua gawean dilahap habis ; Sekretaris dan Bendahara yang masing2 dihuni oleh bidadari kami Tanti dan Denin; Sedangkan Kadiv Mekanik, Mekatronika, dan Aero dijabat oleh berturut-turut Fidek pria mu’alimin,wuzzzz; Ridwan yang baik hati, hehe; dan Franky anak kalem pengagum Nikita Willy,hoho.. sedang Kabul tomatdan Auda semar ditugasi untuk mengkoordinasi bab KRI dan SEM. Mereka 5 anak spesialis nggobat-nggabit, yang pasti kecuali saya :P Eh, 08 yang laen mana?? Jangan salah..masih ada Wahyu sedot, Koip pavlon, Heri kriwil, Ibe kopata, Oli sm*sh, Koko garis, Adit saru, Edo baja hitam, Anggix vertikal, Rio purba, Imam kerja keras, dll. Merekalah mahasiswa yang haus akan ilmu dan lapar akan prestasi. Sejak awal kami dibentuk melalui Open Recruitment yang ketat serta Makrab yang melelahkan dalam dinginnya hawa Kaliurang kala itu. Dari yang malu-malu untuk datang ke bengkel, untuk menengok dari kejauhan pun sungkan. Tapi sekarang, kami, PAKSIMA 2008 berjuang demi nama baik. Mohon doa dan bantuannya :)

Oya, ehm..gak ada maksud untuk menghina atau bahkan merendahkan teman2 dengan tulisan saya di atas yang agak sedikit “menyenggol” ranah harga diri, hehe. Piss kawan. :P

Selasa, 28 Desember 2010

Garuda..terbanglah tinggi, sampai Bangkok..


Kami bukanlah anak2 gak ada kerjaan yang suka nyambung2in batang aluminium, nyolder komponen, atau apalah.. Tapi kami adalah segerombolan pemimpi, sekelompok benda bernyawa pecinta asa, Jadilah kami pejuang atas nama robotika. Tim KRI (Kontes Robot Indonesia) 2011 Universitas Gadjah Mada,, Kami ingin ke Bangkok, kami ingin membuktikannya, Semangat 45 GARUDA!!!

Mekanika, mereka, kami tak suka lepas jauh dari itu..kami suka dan memang harus suka akannya. Makanya kami ada dan seiya sekata tuk berjanji melebihi ikrar sehidup-semati romeo (karena memang susah cari juliet di sekitar kami), kita sambutnya..

Fidi (tak selalu yang berkilau itu indah), Wahyu (kamu sama sekali nggak mirip kompressor), Ridwan(kata orang juragan romusha), Koif (cewekmu nggak 4L4Y koq), Kabul (mr. Shelter TJ).. 5 penjahat ini menggandeng 3 manusia roket, Ibe (ib-power puskopkar), Oli (antara Kangen ato SM*SH), Heri (mahasiswa spesialis TA) bersama seorang pejantan tangguh, Sidiq (super romusha). Kali ini mereka dipersatukan tuk berkeringat, tuk berpeluh ria dan berjanji tuk tahan derita. Hanya untuk 3 benda : Bhinneka, Tunggal, dan Ika.

Selain 9 jejaka kekurangan asmara di atas, tak ketinggalan 6 pujangga bermandikan melodi bahasa dan logika yang tak kami mengerti, entah panci atau baskom, bahkan C++ atau C4 super..tak lupa butiran2 tenol yang selalu setia di samping mereka, they are..

Stephen (wong fei hung lee cong wei fong sai yuk), Andra (bezita namun kuncung), Edi (...masih anonim..), Farid (pesona kecurian kumis), Indra (she’s d onemy new grandma), Ijal (al-munnawir..amin). Sebenarnya Cuma 6, tapi kerasanya wafer Tango, ratusan..lebih..(ah,garing) kerjanya ngebut melebihi F1, Tak heran..karena semenjak pelarian kejenuhan mereka adalah Gran Prix.

Garuda di Dadaku..
Garuda Kebanggaanku..
Kuyakin kali ini, Pasti MENANG!!!
Doa seluruh Indonesia menyertai namamu, menyertai kiprahmu..kunantikan bukti nyata dari kepakan sayapmu,, “Gila Lu Ndrooo!!??”