Minggu, 03 Februari 2013

Ibuk adalah masak dan selalu enak


Sewaktu saya masih kecil, tepatnya lupa umur berapa yang jelas waktu itu saya sudah bisa mbedain mana masakan enak dan enggak. Ibuk, adalah satu dari sekian ibuk di dunia yang jago masak, dan ibuk yang ini memang khusus diciptakan untuk keluarga kami, karena mengapa? Simple, karena lidah saya, kakak, dan bapak cocok dengan cita rasa masakan ibuk. Masakan apapun itu.

Sedikit flash back ke belakang bahwa sebenarnya saya ini bukan anak ke-2, tapi anak ke-4. Loh? Ya, 2 kakak tertua saya semuanya gagal dilahirkan, atau yang sering disebut sebagai peristiwa keguguran, karena kondisi ibuk kala itu tidak cukup bagus dan fit sebagai ibu-ibu hamil muda. Ibuk kerja di katering Bu Prap di daerah namburan, dan itu sedang hamil. Hamil pertama, gagal, kedua juga gagal. Menyadari hal itu, pada hamil ketiga lantas ibu berhenti bekerja di katering dan it works :) lahirlah dengan selamat kakak saya dan saya. Ok, kembali ke topik, poin penting terdapat pada bekerja di katering Bu Prap. Siapa sih Bu Prap?

Saya juga tidak kenal, wajar, karena Bu Prap ada di namburan dan saya lahir dalam posisi keluarga sudah pindah kediaman di rotowijayan. Tapi sebenarnya juga tidak begitu penting membahas Bu Prap disini, yang jelas melalui jasa beliau lah bakat memasak ibu saya menjadi tersalurkan dan terasah. Nah, sebagai informasi bahwa kemampuan ibuk ini nggak sebatas sebagai kemampuan ibu rumah tangga, tapi ibuk juga berulang kali membuat usaha kecil-kecilan dari cooking skillnya. Akan saya cantumkan beberapa yang saya ingat :

1. Usaha katering hotel
Saya agak-agak lupa bagaimana detilnya, yang jelas di kala itu karena bapak saya sedang bekerja di sebuah hotel di Jogja, lantas ibuk pun diminta untuk memasakkan. Entah itu memasak untuk siapa saya juga lupa. Ya pokoknya, ibuk pernah usaha katering buat hotel yang dipake bapak kerja. Sudah, itu saja yang saya tahu tentang itu.

2.Usaha katering bareng tetangga
Usaha katering yang hotel itu posisi kami masih tinggal di Pujokusuman, dan untuk usaha yang ini posisi kami sudah di kasongan. Tetangga yang dimaksud adalah Bu Bimbang a.k.a Budhe Lis begitu saya memanggilnya. Dan bahkan aktivitas ini masih ibuk jalani sampai sekarang maskipun frekuensinya tidak seekstrim dulu. Biasanya katering ini dipesen buat nikahan, pengajian, syukuran dan sejenisnya. Maklum karena kasongan adalah komplek perumahan, jadi ada banyak tetangga yang punya gawe lalu saling mengenal dan juga mengenal kelompok katering ini. Ibuk sering nginep juga di tempat masak, bahkan bisa nggak cuma sehari dua hari.

3.Pecel organik
Ini bidang usaha yang paling besar bagi ibuk saya rasa, sebagai chief koki rumah makan beneran. Awal kisah dulunya bapak saya kerja di sebuah rumah makan unik nyentrik di daerah jl.Palagan yang menjual makanan dengan konsep jadul, tapi customernya hampir dipastikan middle-high. Setelah bapak memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu, lantas bapak buka usaha sendiri yang semacam mirip, namanya : "Pecel Organik", menggandeng temennya dulu serasa kerja di hotel sebagai penyandang modal. Lokasinya di belakang Amplaz, dan alhamdulillah bisa dibilang cukup sukses. Karena? unik dan enak pastinya. FYI aja, Bu Megawati mantan presiden itupun sempet mampir dan mencicipi beberapa masakan, alhasil kita masuk koran, hehe..promosi gratisan :D

4.Angkringan Man to Man
Ini nama angkringannya saja sudah nyentrik.Sebenernya itu berasal dari bahasa jawa "men tuman" yang artinya "biar ketagihan" tapi lantas diplesetkan sedikit british. Nah jadi ini merupakan usaha fastfood aneka gorengan, ada aneka baceman, sego kucing, dan aneka minuman. Terbukti enak dan laris manis. Gorengannya 500an tapi ukurannya jumbo dan rasanya oke punya, dan sego kucingnya kalo kata orang jawa "nglawuhi". Okelah, hingga akhirnya pada bulan puasa tahun 2012 kemaren ibuk menyatakan dengan resmi menutup angkringannya ini karena kecapekan. Ya maklum ibuk saya juga sudah cukup berumur, 48 tahun besok tanggal 1 april. Penutupan angkringan dengan hukum sepihak ini sempat memercik api protes dari berbagai macam pelanggan setia, tapi apa mau dikata.

Begitu sedikit banyak mengenai kiprah ibuk saya di dalam dunia per-chef-an. Bukan mengada-ada yang jelas, itu semua asli dan nyata apa adanya, ya mungkin bahasa tulis yang menjadikannya sedikit berbeda dari kenyataannya. Ya, bisa dibilang..ketika anda menjadi ibuk dan kemampuan anda memasak biasa-biasa saja, emang sih itu bukan masalah, tapi..yah, ya, pasti ada kata "tapi" nanti di setiap komen suami anda, meski itu dalam hati. menurut saya.

Senin, 24 Desember 2012

hestek cumaditeladan [content] hestek lustrumXIteladan

Ini terjadi disaat saya masih kelas X, tapi udah akhir-akhir sih, udah mau naek kelas XI. Waktu itu entah saya lupa masih seleksi apa udah latian, buat milih paskib di SMA. Ada saya, Rian, Rahma dan Marta yang bareng2 tiap sore dilatih sama mas mbak ex-paskib : Fajar, Yovan, Ruzam dan Sekar dibantu sama Ipul (FYI) : yang konon sudah jatuh hati sama Marta sejak itu. Nah, pertanyaan sesungguhnya adalah, kok saya bisa tau? mengada-ada ya? Haha..saya dapet info dari mita teman sekelas yang juga ternyata temen sekosan sama mbaknya yg mbikin ciyadow ini. Katanya : suatu sore apa siang di lapbas pas aku lagi baris, e si mbaknya ngepo dari suatu sudut dan ciyadow. Dan kisah itupun diceritakan ke saya, sontak gembira GR bukan kepalang karena emang sosok mbaknya yang mana pun saya tahu. Mbak inisial R, makasih sempat membuat saya melayang :). Denger2 kabar akhir-akhir ini mbaknya udah menjanur melengkung, barakallah mbak :))

Namanya juga SMA Teladan, buanyak banget anak2 rajin keren rapih. Kalo di kelas X dan XII ada beberapa contoh : Poyan, Herlambang, Ricki, Aripin. Mereka berempat tak pernah sekalipun keliatan bajunya keluar. selalu rapi pada tempatnya. Kalo di kelas XI ada grand master Rizki : Siswa MPK tukang razia yang merupakan orang super rajin dan baik hati di kelas. Dan di kesempatan ini pula, yang namanya orang yang nakal tapi tanggung, jadi suka curi-curi momen buat jadi anak sedikit nakal biar terkesan agak wow seperti ngobrol sama anak2 gaul kidul mesjid, ketawa-ketawa gak ada aturan, futsal sampe keringetan dan baju pun juga kadang-kadang nggak betah ngrasa kok masuk terus.Ya inilah masa muda di teladan, wajar kan :)

Sungguh keren ide asal muasal dari hal ini. Ceritanya pas di hari ultah SMA 1, anak2 panitia bikin sebuah website satuteladan.net dan disana ada kolom yang isinya buat counting hashtag LustrumXITeladan, dengan algoritma kalau jumlah tweet dengan hashtag tersebut sudah mencapai 19570 maka gambar bendera di web tersebut bisa nyampe pucuk tiang. Jadi kala itu temen2 teladan entah alumni atau masih siswa pada flooding TL buat curhat apapun yang ada hubunganya dengan teladan, whatever. dan ternyata sebelum jam 12 tu bendera udah mucuk dan bukannya anak2 pada berhenti, malah tetep pada terus flooding, pada ketagihan curcol kayaknya, haha.Good Job panitia Lustrum!

Ini kisah kelas 2, pas nglatih anak2 2009 calon paskib07, ada 4 cowok2 gagah : Ilyas (Penjuru 17 prop), Gilig (Danpok 8 pagi prop), Ajid (Perentang pagi prop) dan Akbar (Danpas kota). Kalo di narasi berarti ini terjadi di awal tahun 2007 disaat dimana saya tergabung dengan sebuah geng fenomenal namun nggak terkenal di teladan, Geng GR, tak perlu saya sebut definisi dan siapa anggota2nya karena udah sempet di bahas di postingan beberapa waktu lalu. Nah, jadi begini, saat pertama kali kejadian sebenernya saya sih nggak nangkep apa2, cuma sebatas "siapa sih mereka? yauda", eh ternyata besok, besoknya dan hampir tiap nglatih ni sekelompok siswi selalu ada di lapvol dan duduk di bangku terdekat dengan pintu gerbang menghadap ke selatan dan mengamati saya (kami). selalu disitu. Saya cowok, saya normal, dan saya anggota geng GR. Yaudah GR pun terjadi dan itu wajar (coba bayangkan kalian ada di posisi saya). Hal ini terjadi sampai akhir masa jabatan adek2 paskib yang saya latih selesai bertugas pengibaran, untungnya sih selama itu GR ini kusimpan sendiri. Lantas, usut punya usut fakta terungkap dan saya sadar bahwa ini konyol. Dia pacarmu toh? Oh no, sial.

Entah ini termasuk pekok atau kemaki. Memang kalo boleh sedikit sombong atau jumawa, peleton kami Tonti Teladan 2008 pernah mengawinkan piala keramat PPI propinsi dan PPI kota meski keduanya dicapai di dua tahun yg berbeda, tapi konon sangat jarang ditemukan sebuah peleton dapat meraih 2 titel tersebut semasa karirnya. Nah, peristiwa ini ada disaat kami sudah kelas 3, saat2 dimana sebuah peleton sma sudah dapat dikatakan uzur. Karena sudah punya anak (Tonti Teladan 2010). Sebenernya kekacauan sudah dimulai sejak pos awal, banyak banget aktor2 yang sebenarnya bukan jagoan ngancing (salah gerakan) tapi malah kacau kala itu. Saya termasuk dari tersangka2 tersebut. Saat lencang kanan grak trus tegak grak, e saya masih belum tegak sendiri..trus pas sadar njuk saya menegak grakkan diri saya pelan2. payah. Alhasil puncak kekacauan di pos terakhir, pos paling kacau dalam seumur hidup kami ikut lomba. Baris e malah pada senyum2, cekikikan, dan di puncak kekacauan hebat pun terjadi, kata imul si jurinya bikin emosi, waktu kita sedang melakukan gerakan Haluan, dan posisi kita sudah mepet sama garis, yang ditakutkan akan terjadi penalty kalau kita lewat garis, saat itu pula si juri bilang "Awas midak telek". Sontak imul yang emang dikenal ceplas-ceplos mengatakan hal itu. "Berisikk!!"

Kamis, 13 Desember 2012

Maskam UGM : adem, jembar, fotogenik dan multitasking

Kebetulan saya bisa jadi anak UGM jadi seharusnya saya bisa punya KIK biar free entry sliwar-sliwer area GSP yang berarti akses maskam pintu biasanya. Tapi kebacut KIK udah nggak ada jadi mulai beberapa bulan lalu saya lewatnya pintu sik sijine (entah itu pintu depan apa belakang saya ndak tau).
Nggak sering sebenarnya saya mampir nunut sholat dan rehat sejenak di masjid ini, tapi setiap mampir selalu berkualitas, insya Allah :)
Jadi ceritanya ini sewaktu KP, siang hari kala itu panasnya lumayan, saya memutuskan buat jumatan di maskam yang notabene adem serta silir semilir anginnya dan sayapun nggak kuatir ga dapet tempat sholat soalnya saya yakin maskam itu jembar (luas).

dan maskam juga fotogenik. Entah kenapa saya pengen share aja foto-foto ini, apik sih menurutku, ya semoga dengan ini jamaah maskam jadi tambah banyak juga (jamaah sholat tapi, bukan jamaah foto).









disini juga pewe buat bikin pertemuan semacam rapat atau syuro' ,ada banyak spot di sekeliling halaman maskam, dulu jadi tempat favorit saya dan temen2 POKSAI buat ngobrol2, rapat dan gojeg :D

Gak cuma rapat, tapi juga jadi tempat favorit buat ijab manten dan bahkan kadang sempet liat pasangan pada foto prewed apa pascawed ndak tau saya.

Jadi selain adem, jembar dan fotogenik, jebul ternyata maskam juga multitasking :)
ayo mejid-mejid do nyonto maskam!

Kamis, 08 November 2012

Juni2012, -reminder biar semangat :D-


3 spot yang maha dahsyat di negeri matahari terbit. Mungkin terasa biasa saja bagi sebagian orang..tapi bagi saya, 6 hari yang menakjubkan itu merupakan kado syukur yang terlalu berlebihan.

Sms pak jamasri (vice dean dan juga pembimbing kami di Robogames 2012) terkirim sesaat dimana saya dan teman KKN sedang dinner di SS dekat UNY. Shock dan sejenak tidak bergerak. Lantas keesokan saya mengisi hari demi hari untuk mengurus semua keperluan berkas-berkas dan persiapan materi presentasi. Presentasi? Ya, nama acaranya adalah OSTW 2012 (Outstanding Student for The World). Mari kita kupas sedikit.

Sejatinya OSTW merupakan program baru dari KEMENLU RI. Baru terlaksana sejak 2011 dengan lokasi tujuan tahun lalu di 5 kota besar, US (NY-DC-Boston-Pittsburgh-SF). Waktu itu direkrut 21 anak, siswa dan mahasiswa pokoknya yang masih terhitung student dimana masing-masing memiliki spesialisasi dengan achievement yang sudah diraih. Aneka ragam kawan, dari anak olimpiade, jago debat bahasa inggris, young inventor, anak robotic, dan beberapa undangan khusus seperti di tahun 2012 ada perwakilan tim ESEMKA CAR dan Ponpes Gontor dari 14 anak. Kita diberi pembekalan di Jakarta sekitar 4 hari lalu kita berangkat ke lokasi tujuan untuk menyerap segala hal positif dan tampil sebagai presentator siswa Indonesia dengan achievementnya masing-masing dihadapan orang-orang besar dan penting di sana. Dengan harapan muncul respect dari Negara tujuan dan mampu juga menilai Indonesia dari kacamata positif mereka. Korupsi, criminal, kekerasan sejenak terhapus dari awan Indonesia.
Sekilas tentang program itu saya rasa cukup, karena disini saya tidak hendak serius. Saya sedikit ingin berbagi kisah dan keindahan tentang apa yang dirasakan nobita dan sizukanya, atau kenji dan yumekonya. Mari sejenak lupakan Giant dan Kimimaki :D

1#
Soetta menyambut dengan dingin. Dan ini masih di Indonesia. Sesaat kami dilepas oleh mas Riski (officer KEMENLU) , dan kita masuk ke bandara dan saya jajan minum dulu, 6000 rupiah. Lalu dilanjutkan melewati imigrasi dan nunggu di gate 3. Sesaat sekian menit kemudian kita berangkat, terbang, fly ke Tokyo. Menembus awan, mencerna langit.

2#
Welcome to Japan :D . KBRI Tokyo dengan mbak jane (officer KBRI) dan bapaknya perwakilan karena pak konsul jendral  yang kebetulan sedang bertugas di suatu tempat sehingga nggak bisa kasih sambutan buat kita-kita anak Indonesia. Tapi tak apalah, toh makan siang nya juga tetep bento. Semacam nasi kotak yang wow. Nasinya enak, pulen gendut dan ada wijennya. Serta sayuran special, semacam umbi atau apa sedikit kurang jelas. Dan aneh rasanya. Orang jawa bilang “iki opo iki”.
Dan capek, dan ngantuk dan pengen istirahat soalnya sebagaimana narasi di atas, baru aja nemplok di narita langsung aja harus duduk diem dan mendengarkan speech orang tu agak gimana rasanya. Tapi ya semua harus ditahan, di depan sudah ada Jo Nakano yang namanya sudah saya googling duluan di soetta kemaren, dan emang masih muda. Rambutnya panjang dan putih dan nggak kelihatan kayak orang berat. Tapi beliau adalah vice minister of foreign affairs Japan dan bagus speechnya. Elegan.
Abis itu ada Fukuda Sensei yang katanya bisa bahasa Indonesia, tapi ternyata nggak juga. Dan puncak-puncaknya ngantuk adalah di saat ini. Gak pas banget waktunya, padahal pas pak fukuda yang notabene orang superrr penting, secara mantan perdana menteri Jepang kala itu, sekali lagi : mantan Perdana Menteri. Namun apa boleh buat, jadi ya semacam agak kurang interactive, ngantuk dan kurang antusias, ditambah bapaknya juga udah tua so omongannya juga tua. Ngobrolin teknologi jepang jaman dulu trus dibandingin dengan sekarang. Sebenarnya menarik, seharusnya, jujur nih, tapi ya itu tadi.
Ya sudahlah, go to ryokan Sansuiso di gotanda. Rumah adat Jepang dengan tataminya. Feel jepang nya dapet banget.
Dan pastinya sebelum mapan bobok, kita tuntaskan dulu materi presentasi esok. dan report harian yang harus juga di email ke mbak Dilla (officer KEMENLU yang ngikut ke Tokyo).

#3
Miraikaaaaaaaaan :D , gedung tinggi dengan dinding kaca sudah menatap kita bulat-bulat, seakan-akan sudah pede untuk mempertontonkan segalanya yang ia punya. Pokoknya miraikan adalah surga bagi para engineer dan ilmuwan di dunia. Sedikit lebay mungkin. Tapi ya silakan coba, buanyak teknologi2 baru yang disuguhkan dan dipaparkan kepada pengunjung.
Next, Tokyo Institute of Technology (TIT). Kalau di Indonesia bisa lah disamakan dengan ITB, kampus teknologi terbaik di negerinya. Dan TIT adalah yang terbaik di Jepang, bukan sembarang negara. Gudangnya professor dengan keahliannya masing-masing di bidang teknologi, apapun itu spesialisasinya. Dan hari ini kita disambut oleh tim riset tentang teknlogi nuklir sebagai power plant di Jepang dan berbagai macam perkembangannya, terkait kegagalan system di Fukushima beberapa waktu lalu yang menyebabkan bencana.  Presentasi oleh mereka dan tour yang dipandu oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Kemudian giliran kita yang presentasi, kelompok teknologi (salah satunya adalah saya) dan environment mengemukakan hasil riset dan achievement masing-masing.
ITTO menjadi tujuan kami selanjutnya, yaitu sebuah organisasi yang menganut asas kebaikan bersama dalam hal forestry. Pokoknya hutan harus dibina dan dijaga kelestariannya. Pak Collins sebagai presenter membawakan berslide-slide materi presentasi yang menarik bagi yang tertarik. Disini kesannya adalah mendapatkan buku diktat dari ITTO tentang hutan,dll dan lumayan berat. Dan setelah selesai dari ITTO rencananya kita keluar dan tapi malah kita mendapatkan sebuah view yang top. Ada pier 21 dengan disampingnya kincir angin model2 belanda dan dikelilingi oleh lautan dan anginnya yang sembribit sepoi2 adem.
Kegalauan hari ini adalah makan makanan yang mahal level dewa. Dan saya pribadi atas nama Ridwan Widoyoko, memohon maaf sebesar2nya atas makanan yang telah saya makan dan ternyata makanan itu adalah atas nama pesanan pak “For Sure” (Pimpinan OSTW).

#4
Dan di hari ini kita mendatangi J-Power, sebuah thermal power plant dengan bahan bakar batu bara Australia dan Indonesia. Dan kesempatan in pun tidak kami sia-siakan. Banyak sekali ilmu yang didapat, dan sayapun sempat sedikit menanyakan tentang job vacancy di sana. Barang kali cocok ya bisa sedikit banyak membantu. Yang jelas dari J-Power yaitu green technlogynya yang berupa pengurangan emisi NO dan SO di udara sehingga menjadi aman bagi lingkungan.
Berlanjut ke kunjungan selanjutnya, yaitu di sekolah menengah. Tokyo Tech High School, kalau diterjemahin seperti SMK nya Jepang. Tapi kualitasnya semacam anak kuliahan di fakultas teknik. Laboratoriumnya bagus-bagus dan lumayan membuat mupeng. Project-project yang dibebankan ke anak2 sangat high tech banget dan cukup menantang.
Lalu ke semacam show room di Toyota mega web. Banyak sekali bermacam2 mobil Toyota yang dipamerkan dan buagus sekali. Teknologinya keren dan wow.
Di jepang juga ada Surabaya. Terbukti dengan restorannya, saya pesen nasi goreng spicy Surabaya dan makan biji delima yang merupakan tapioka yang dibentuk bulat2.
Dan ke wisma dubes yaitu kediaman pak M.Luthfi yang putih cakap dan terlihat berwibawa trus istrinya juga wow sekali. Bule Rumania katanya tapi bahasa indonesianya sudah lancar dan fasih.

#5
Tokyo Disneyland. Seperti mimpi bisa nyampe sini. Lupa semuanya. Meski di sore harinya diwarnai insiden jedag-jedug tas saya yang berisi 2 pocket camera dan dompet dan dll tertinggal di toilet dan hilang sejenak. Kenapa sejenak? Karena sebenarnya tas saya diamankan oleh cleaning service dan disimpankan di lost n found place. Di saat itu juga saya semakin gregetan sama jepang. Seharusnya Indonesia juga bisa seperti ini. Behhhh..malamnya, ada electric parade yang wow sekali. Juataan lampu led ditempelin di benda2 tokoh Disney yang dibuat menjadi raksasa dan berjalan mengitari halaman Disneyland.
Makan sushi : pertama kali makan sushi. Rada kepaksa nelen sih, tapi lumayan enak lah. Ada beberapa jenis yang kesusahan buat nelen dan harus dipaksa dan atau dinetralkan dengan oca (teh jepang).

#6
Pagi2 ke Museum edo yang adalah dimana sebuah museum yang isinya benda2 jadul jaman edo dan prototype2 yang  menggambarkan jepang jaman edo/ jaman dahulu kala. Anak2 sejarah pasti demen, saya yakin.
Asakusa dan 100 yen Shop merupakan tempat jajan dan beli oleh2. Bedanya di asakusa tu bagus2 barangnya dan mahal2 pula, semacam malioboro kalau di Jogja. Tapi kalau 100 yen shop yang berasal dari 1 dollar shop ternyata lumayan tidak begitu mengecewakan lah ya. So jajan2 lah lumayan buat oleh2 orang Indonesia di sana yang sudah tak janjiin. Pada minta gundam, doraemon, pintu kemana saja, boneka pawang hujan,dll.
Makan malam lantai 39 yang super tinggi lokasinya. Kelap-kelip di bawah suasana kota Tokyo. Sushi kembali datang. Malam ini semakin menyimpulkan saya bahwa makanan Indonesia, terutama Jogja adalah yang terbaik di lidah saya.

#7
Pulang :)

Saya sadar, biaya yang saya habiskan adalah sekian jutttta. Ada perasaan sedih juga lo kalo dirasain dalem2. Itu pasti dan penting ada rasa sedih, tapi yang lebih penting, saatnya saya ngasih sesuatu buat Negara. Mari berbuat untuk Indonesia tercinta. Mari berguna, mari bermanfaat.