Jumat, 29 Mei 2009

facebook..delete?


Seorang teman berkata pada saya..


“heh, gek gawe facebook..”


yang lain bilang : “eh ngko fotone diupload yo, ben cah2 do pengin”

aku tanya “diupload neng ndi?”

dijawab “facebook lah..wah koe ra nduwe po wan?”

dengan lirih kujawab “ho'o..”

jadi malu..


dalam hati..saya bilang..

friendster udah gak jaman..

ym juga berkurang..


saya bingung antara bikin FB dan nggak..

kata temen :FB = ZIONIS!!

akhirnya, untuk memantapkan hati..saya cari2 artikel ttg FB dan alhamdulillah ketemu..

webnya : http://dzikrina22.wordpress.com/2009/01/15/ill-delete-my-facebook-account-why/


silakan temen2 follow that link, insyaAllah bisa jadi tambahan referensi..

huff..

tapi sampai sekarang pun saya masih bingung..mohon bantuan teman2..

saya harus bagaimana?

sebagai gambaran awal, sekarang saya sedang pakai FB meski tidak maniak..

namun beberapa waktu lalu, saya dengar teriakan2 delete FB dr beberapa sahabat, namun tak lama..Ee.ternyata mereka2 itu malah pada bikin..

Nggak konsisten, itu yg ada di benak saya..

Senin, 13 April 2009

bila waktu..tlah berakhir..


saudaraku..

Opick sudah bilang kalo..

"bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yang sementara"

"bagai manakah bila semua
hilang dan mati meninggalkan diri mu"

"bagimanakah bila saat nya
waktu terhenti takkau sadari"

"masikah ada jalan bagi mu untuk kembali
mengulang ke masa lalu"

"dunia….dipenuhi dengan hiasan
semua..dan sgala yang ada
akan kembali pada Nya"

"bila waktu tlah memanggil
teman sejati hanyalah amal..
bila waktu tlah terhenti
teman sejati tianggalah sepi…"


sekedar mengingatkan..

kita hidup di dunia hanya sebentar..

kata bugie "urip kui mung mampir ngombe.."

jadi, gunakan waktumu di dunia dengan sebaik-baiknya..

jangan sampai mati dalam keadaan merugi..

Minggu, 29 Maret 2009

Ketika Cinta...Bertasbih



Novel ini sungguh menakjubkan dan perfectsionis. Segala hal yang dituliskan di sini sangat bermakna, penuh arti, layak dan pantas dijadikan uswah khasanah bagi semua umat muslim di dunia khususnya Indonesia. Sang penulis dapat memunculkan tokoh yang tak kalah perfectnya dengan apa yang ada di “AAC” (novel sebelumnya). Sebagaimana Fahri, Aisha maupun Maria, KCB mempunyai Khoirul Azzam dan Anna Althafunnisa sebagai tokoh utamanya.

Khoirul Azzam, seorang pekerja keras yang tak kenal lelah, hidup mulia dan penuh makna, menjadikan keluarganya bahagia, membuatnya dapat menemukan arti cinta sesungguhnya. Allah SWT sebagai kholiqnya dan Rasulullah SAW sebagai uswah dalam hidupnya dan selalu melatar belakangi segala aktifitas dalam hidupnya. Al-Quran dan Sunnah tak akan jauh dari setiap langkahnya. Meski ketidaksempurnaan manusia tetap melekat pada dirinya.

Anna Althafunnisa, sesosok akhwat yang sungguh sempurna, sungguh tidaklah mengapa jika ia diidam-idamkan setiap ikhwan yang mengenalnya. Tingkah lakunya selalu terjaga, kecerdasannya sungguh luar biasa, keaktifannya di dunia seakan-akan mnenggambarkan bahwa bumi merupakan ladang amal baginya. Parasnya cantik bak bidadari surge. Subhanallah… , tak aka nada ikhwan yang berani berkata tidak saat berada di hadapannya.

2 tokoh tadi sudah dapat menggambarkan bagaimana indahnya novel ini. Cerita islami yang dikemas secara menarik dan disertai pernak-pernik cinta yang terangkum dalam setiap tasbih kepadaNya.

Sedikit ulasan mengenai novel KCB ini diharapkan dapat menggugah hati kita, terutama para remaja yang belum menemukan arti cinta yang sesungguhnya dan arti hidup yang seharusnya. Cinta sesama makhlukNya adalah bagian kecil dari hidup, dan bukanlah segalanya. Allah lah segalanya. Dia yang Maha Mengetahui , segala yang ada di langit dan bumi sudah diatur olehNya. Taatilah Allah dan RasulNya, Cinta harus dimanage, jangan terbuai karenanya. Sadar dan berhati-hatilah akan zina, zina dapat berbagai macam bentuknya. So, let’s make our self as a real moslem!!

ALLAHU AKBAR!!!