Minggu, 16 Januari 2011

PAKSIMA (Pusat Kreasi Mahasiswa) = Bengkel 24jam


Kayak circle “K” aja yo..24 jam,hehe. Tapi ini serius kawan. Kita mulai dari definisi, mengenal lebih dekat mengenal lebih jauh. Sebenarnya, sudah jelas dengan membaca akronimnya, tak lain dan tak bukan bahwa disinilah tempat bagi para mahasiswa yang tergabung di dalamnya untuk bebas mencurahkan kreasinya, kreatifitasnya, imajinasinya..sisi engineernya. Ini adalah sebuah komunitas karena di dalamnya berkumpul sejumlah orang dengan visi tertentu, juga suatu organisasi : ada ketua, sekretaris, bendahara, dan kadiv di masing2 disiplin ilmunya. Dan yang jelas kami berada di bawah naungan KMTM (Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin), so kami adalah perkumpulan yang LEGAL. :)

Kreasi itu luas bro, lalu PAKSIMA itu kreasi yang mana? Jika ada pertanyaan seperti itu, susah juga menjawabnya..tapi karena sebagai manusia yang secara kodrati mempunyai ketidakterbatasan imajinasi, apalagi kami anak MESIN UGM tentunya,hehe. Secara realita, kami yang dilahirkan dari rahim Mekanika, tentulah kreasi kami pun gak jauh2 dari itu. Robotika, Mekanika terapan, Aerodinamika, Fluida dan energi,dst.

Kreasi kurang berasa manis di kala prestasi tak jua kunjung datang sebagai pengobat hati di ujung hasil peras otak dan keringat. Bagai sudah capek2 susah payah memasak sayur asem yang sungguh lezat, tapi tidak ditemukan sambal terasi di sampingnya,aha..lebay gak nyambung pula. Pada intinya : Kami suka ikut lomba. Ada yang belum tahu KRI,KRCI,KRSI? Ajang kebolehan robot2 buatan mahasiswa se-Indonesia yang beberapa jawaranya akan diboyong mewakili Indonesia di ajang Robotika melawan negara2 lain ; ABU ROBOCON yang di tahun ini diselenggarakan di Bangkok, Thailand dan Robocup, robot humanoid sepakbola. Nggak cuma itu, ada WRC (Water rocket Contest) di Brawijaya, Shell Eco Marathon (irit2an bahan bakar, desain prototype mobil mini,dll)di Sepang Malaysia, KOMURINDO (Kontes Muatan Roket Indonesia) di Pandansimo Bantul, dan di waktu dekat kami juga akan mengirim wakil di ajang semacam balap Formula di Jepang. Serta lomba2 kreatifitas mekanika di tempat2 lain seperti IMIC, IEVC, IIARC, bahkan lomba Line Follower ;seperti Galelobot, Technocorner, Roborace,dll yang notabene lombanya anak elektronika pun kita berani ikut2an, hehe jangan salah..

Alinea terakhir, kupersembahkan untuk anak2 Paksima 2008, teman-temanku, asal mulaku, yang sekarang tengah menjabat di Pengurus Harian periode 2010-2011.
Here we are :

Sebut saja Bos besar a.k.a Ketua Paksima, Frandy alias Bendu, manajer robot UGM, motor penggerak SEMUA kegiatan PAKSIMA tak terkecuali. Semua gawean dilahap habis ; Sekretaris dan Bendahara yang masing2 dihuni oleh bidadari kami Tanti dan Denin; Sedangkan Kadiv Mekanik, Mekatronika, dan Aero dijabat oleh berturut-turut Fidek pria mu’alimin,wuzzzz; Ridwan yang baik hati, hehe; dan Franky anak kalem pengagum Nikita Willy,hoho.. sedang Kabul tomatdan Auda semar ditugasi untuk mengkoordinasi bab KRI dan SEM. Mereka 5 anak spesialis nggobat-nggabit, yang pasti kecuali saya :P Eh, 08 yang laen mana?? Jangan salah..masih ada Wahyu sedot, Koip pavlon, Heri kriwil, Ibe kopata, Oli sm*sh, Koko garis, Adit saru, Edo baja hitam, Anggix vertikal, Rio purba, Imam kerja keras, dll. Merekalah mahasiswa yang haus akan ilmu dan lapar akan prestasi. Sejak awal kami dibentuk melalui Open Recruitment yang ketat serta Makrab yang melelahkan dalam dinginnya hawa Kaliurang kala itu. Dari yang malu-malu untuk datang ke bengkel, untuk menengok dari kejauhan pun sungkan. Tapi sekarang, kami, PAKSIMA 2008 berjuang demi nama baik. Mohon doa dan bantuannya :)

Oya, ehm..gak ada maksud untuk menghina atau bahkan merendahkan teman2 dengan tulisan saya di atas yang agak sedikit “menyenggol” ranah harga diri, hehe. Piss kawan. :P

Selasa, 28 Desember 2010

Garuda..terbanglah tinggi, sampai Bangkok..


Kami bukanlah anak2 gak ada kerjaan yang suka nyambung2in batang aluminium, nyolder komponen, atau apalah.. Tapi kami adalah segerombolan pemimpi, sekelompok benda bernyawa pecinta asa, Jadilah kami pejuang atas nama robotika. Tim KRI (Kontes Robot Indonesia) 2011 Universitas Gadjah Mada,, Kami ingin ke Bangkok, kami ingin membuktikannya, Semangat 45 GARUDA!!!

Mekanika, mereka, kami tak suka lepas jauh dari itu..kami suka dan memang harus suka akannya. Makanya kami ada dan seiya sekata tuk berjanji melebihi ikrar sehidup-semati romeo (karena memang susah cari juliet di sekitar kami), kita sambutnya..

Fidi (tak selalu yang berkilau itu indah), Wahyu (kamu sama sekali nggak mirip kompressor), Ridwan(kata orang juragan romusha), Koif (cewekmu nggak 4L4Y koq), Kabul (mr. Shelter TJ).. 5 penjahat ini menggandeng 3 manusia roket, Ibe (ib-power puskopkar), Oli (antara Kangen ato SM*SH), Heri (mahasiswa spesialis TA) bersama seorang pejantan tangguh, Sidiq (super romusha). Kali ini mereka dipersatukan tuk berkeringat, tuk berpeluh ria dan berjanji tuk tahan derita. Hanya untuk 3 benda : Bhinneka, Tunggal, dan Ika.

Selain 9 jejaka kekurangan asmara di atas, tak ketinggalan 6 pujangga bermandikan melodi bahasa dan logika yang tak kami mengerti, entah panci atau baskom, bahkan C++ atau C4 super..tak lupa butiran2 tenol yang selalu setia di samping mereka, they are..

Stephen (wong fei hung lee cong wei fong sai yuk), Andra (bezita namun kuncung), Edi (...masih anonim..), Farid (pesona kecurian kumis), Indra (she’s d onemy new grandma), Ijal (al-munnawir..amin). Sebenarnya Cuma 6, tapi kerasanya wafer Tango, ratusan..lebih..(ah,garing) kerjanya ngebut melebihi F1, Tak heran..karena semenjak pelarian kejenuhan mereka adalah Gran Prix.

Garuda di Dadaku..
Garuda Kebanggaanku..
Kuyakin kali ini, Pasti MENANG!!!
Doa seluruh Indonesia menyertai namamu, menyertai kiprahmu..kunantikan bukti nyata dari kepakan sayapmu,, “Gila Lu Ndrooo!!??”

Jumat, 17 Desember 2010

Adnindityo, Shelter, kencan di perpus.. (heart_beat)




“Cerita ini hanya fiktif belaka, jikalau ada kesamaan apapun itu bentuknya aku ra melu-melu :P”
Alkisah..

Ok, kita mulai dari perkenalan awal..Semua berawal dari Teknik Mesin UGM yang dengan semena-mena menyatukan mereka berdua (haha, lebay :P), Alumni Padmanabawati yang konon katanya sebenarnya pengin masuk KU UGM tapi gagal, pada akhirnya masuklah ia pada pilihan keduanya ini sewaktu SNM PTN. Sebaliknya cah CBZ (Canteen Boyz, iyo ra to bul?) yang secara punya kakak ipar dosen Mesin UGM, ya sudahlah lewat UM pun langsung tembus, maklum cah pinter, wuzzz..

1st target :Anindityo Patmonoaji alias Kabul, kukenal dirinya dengan penuh pesona yang menggelegar dengan kilauan cahaya bersinar di sekeliling tubuhnya..cumlaude, VT Schlumberger, Asdos, pinter, manajer KRI 2011, Apikan meneh..joss deh.

2nd target :Jannati Adnin alias Denin, 1 dari 4 bidadari Mesin UGM 08 yang aku kenal lewat senyum tersipunya kala digoda sama anak2 :P, cumlaude juga, semester 5 udah ngambil makul pilihan, kolektor 24 sks, baik, berjilbab+rok panjangnya..hmm.

Entah kenapa anak2 mesin sering njodoh2in mereka berdua, saat ada mereka berdua ketika kumpul2, langsung deh lontaran kata2 maut membuat Kabul mukanya memerah dan Denin jadi salah tingkah, tak jarang salah satu dari mereka memutuskan untuk kabur duluan sebelum telanjur habis dibantai berondongan mak comblang. Tau sendiri kayak gimana anak Mesin kalo udah ngumpul dan dapet lahan ejekan, wuhh..parah.
Tambah cerita nih, berawal dari game inbox (haha :P), Kabul mangsa utama kami yang sering lengah terhadap pengawasan hand phone 4L4Y nya, kami santap dah..”menu” ; ”inbox” ; ”open” :P, “..makasih ya udah nemenin nunggu trans Jogja :)” ->”jangan lupa sholat dan makan..”->”buruan ke ruang sidang 1 keburu penuh!” …wkwkwkwkwkwk, hahahahaha,

Ada yang tau tragedy shelter? “Nih pake payungnya..”->”gak usah, gak papa kok..”->”udah, gak papa pake aja..”->ee, tiba2 mbaknya penjaga shelter ikut nimbrung, : “udah mas,, pake aja payungnya” :P, haha..kabul emang pahlawan kehujanan kalo dipikir2 mau nemenin jalan dari teknik nyampe shelter TJ sarjito.. seandainya waktu itu bukan hujan air, tapi hujan bunga sakura..nggak tau deh gimana jadinya..
Pesanku buatmu temanku, jaga diri kalian baik-baik..penuhi janji pada orang tua kalian, be better, jikalau jodoh ya..alhamdulillah, jikalau nggak..jangan nangis ya, hehe :P
Buat temenku jika ada yang kerasa, I say sorry setulus-tulusnya sedalam-dalamnya..no offense bro, sis. :-D I just wanna share what I think, what I feel and I just wanna say “prikitiew”, haha..

Sabtu, 13 November 2010

ae wos born


Suasana sore hari yang tidak seperti biasanya, konon katanya kalau nggak hari Rabu ya, kamis..ba’da ashar,Isi perutnya kian lama kian tak bersabar, menyakitkan dan membuat panik. Kendati ibu sudah bersabar menahan rasa sakit ,namun si bandel ini ingin segera menghirup udara bebas. Sudah bosan ia di dalam plasenta. “Ijinkan aku keluar ibu!!”, sontak dalam hati.

Seperti yang sudah-sudah..Bumi disambut dengan tidak ramahnya, sebuah tangisan, “Oek..oek..oekk..” , Alhamdulillah laki-laki “lagi”. Dan kini sang ibu harus menerima dengan besar hati anak keduanya itu “lagi”. Hmmm… sungguh nasib,50% persentase kelahiran sang ibu ini membuatku dapat terlahir ke dunia. Semenjak ibu berhenti bekerja dari usaha catering waktu itu, kakakku dan aku berhasil terlahir dengan selamat..tidak seperti kedua kakakku yang lain. Mantan calon kakakku.

Menurut keyakinan ibu, yang akan terlahir bukanlah si calon jejaka ini, akan tetapi seorang gadis yang kan setia membantu pekerjaan rumah. Yang manis dan anggun parasnya,,bukan main-main, sudah dipersiapkan nama-nama wanita yang bagus untuk si bayi. Aku lupa nama-namanya, tapi yang penting,,Aha..maaf ,Bu, yang dituliskan oleh-Nya bukanlah demikian. Here I am..a boy. Inilah nama dadakan buatan kedua orang tua ku. Ridwan..Widoyoko..
Esensi surga di dalam nama ibu diwariskan untukku,, nama yang berat, meski sedikit pasaran tapi, dengan tersenyum hatiku harus dan selalu berkata..”aku,harus menjaga ibuku”. Nah,next nama belakangku yang super duper njawani ini bukan main-main beratnya. Kalo orang Batak punya Sitompul, Batubara, Panggabean, orang China punya marganya masing-masing, chou, chang, cing, coey, lau, apalah itu..tapi, kami, keluargaku, kita punya sendiri, adalah “Widoyoko’s Family” namanya, hahahaha..terdengar krik dan cukup menggelikan. But it’s fine..I proud of it. Meski sebenarnya cerita si Ridwan maupun si Widoyoko tak semulus yang dikira.

Sejak kapan aku dipanggil “Iwan” aku pun tidak tau tepatnya. Pokoknya semenjak aku bisa mengingat sebuah kejadian dengan gamblang, nama panggilanku sudah itu. “Iwan”. Entah kenapa. Jadi panggilan khas non-formal lebih tepatnya. Di TK sampai kuliah sekarang dimanapun aku berada, selama mereka adalah teman dari lingkungan formalku, they must call me “Ridwan” ,haha.. .meski branding d**ok mulai sedikit lebih tenar, hmm.menyebalkan sih. OK, saatnya menceritakan si Widoyoko, kita mulai dengan sebuah pertanyaan cupu untuk Anda ; susah nggak to baca “w I d o y o k o ?” ,silakan dieja berulang-ulang, sambil merem kalo perlu..Gimana?? gampang to yo cah? Tapi anehnya sampai sekarang masih sering terjadi kesalahan pemanggilan terhadap nama belakangku ini. Widiyoko, widyoko, wijanarko, aish..parah pokoke..

Anyway..(halah) Nama adalah do’a, tidak asal setiap orang tua membuatkan nama untuk buah hatinya. Aku, kamu, kita anak para orang tua, sudahkah mengerti siapa namamu? Who are U ,bro/sis?? Untuk Nur, bersinarlah selalu..Give me sunshine lah. Hafiz, ayo tambah terus hafalanmu..sudah sampai juz berapa, Akhi? Arif, bijaksanalah dalam bertindak..dalam kasus apapun, terutama hidup. (wise mode on) Hidayat, tersenyumlah kawan..you’re lucky number one..jadilah seorang yang pantas tuk selalu mendapat hidayah dari-Nya. Muhammad, (worship) ingat seperti apa akhlaq Rasulmu..Agung, sudahkah kamu sebesar namamu? Dan untuk Khoirunnisa maupun Hasanatunnisa rasakan dan resapi dengan bibir simpul tersenyum, hati terbuka lebar tuk berbenah..sungguh berat namamu, sungguh mulia namamu.
Untukmu aku sampaikan, “Aku tak sabar menunggu perubahan.”